Tim perumus yang diketuai Ibnu Munzir akan menyusun draft peraturan organisasi yang akan digunakan dalam kongres tersebut. Setelah itu, akan ada beberapa tahapan yang akan dilalui hingga kongres pemilihan nanti.
Berikut tahapan-tahapan sebagaimana yang dibeberkan Sekjen PSSI Nugraha Besoes, Kamis (10/9/2011):
9-19 Maret: Tim perumus PSSI bekerja membentuk Peraturan Organisasi (PO) sesuai dengan Statuta PSSI, Statuta FIFA, dan Electoral Code FIFA.
19 Maret: PO akan didistribusikan kepada anggota PSSI pemegang hak pilih dan pemberitahuan adanya Kongres pemilihan Komite Pemilihan serta Komite Banding Pemilihan. PO diajukan ke FIFA untuk mendapat persetujuan.
19-23 Maret: Pemilik suara mengajukan nama pencalonan anggota Komite Pemilihan dan Komite Banding.
23 Maret: Pengumuman Anggota Komite Banding dan Komite Pemilihan
26 Maret: Kongres untuk memilih Komite Pemilihan dan Komite Banding. Komite Pemilihan terdiri dari tujuh anggota. Sementara Komite Banding terdiri dari tiga anggota tetap dan dua anggota pengganti. Kedua Komite tersebut bertugas menggelar kongres pemilihan ketua umum PSSI di tanggal 29 April.
29 Maret: Sekretariat Jenderal akan mengirimkan formulir kepada pemilik suara untuk mengajukan nama ketua umum, wakil ketua umum dan anggota Komite Eksekutif 2011-2015.
6-12 April: Komite Pemilihan akan mengajukan nama-nama yang didaftarkan pemilik suara sekaligus proses verifikasi.
12 April: Pengumuman calon yang lolos verifikasi.
13-15 April: Kesempatan bagi calon yang ingin mengajukan banding atas hasil verifikasi yang dilakukan Komite Pemilihan.
19 April: Pengumuman hasil kerja Komite Banding.
20 April. Pengumuman final nama calon-calon yang akan diusulkan dalam kongres.
29 April: Kongres pemilihan ketua umum, wakil ketua umum dan anggota Exco periode 2011-2015
http://bola.kompas.com/read/2011/03/…o.Kongres.PSSI
Kongres PSSI Dikawal FIFA-AFC
"Dalam dua kongres yang akan dilangsungkan, kami akan mengundang satu perwakilan FIFA dan AFC," kata Sekjen PSSI Nugraha Besoes dalam jumpa pers di Kantor PSSI, Kamis (10/3/2011).
Nugraha menyatakan, PSSI terus menjalin kerja sama dengan FIFA. Pasalnya, FIFA memberikan perhatian besar terhadap penyelenggaran kongres.
"Namun, kami belum bisa memastikan siapa yang bakal hadir. Kami sudah menghubungi mereka. Soalnya datang atau tidaknya, urusan mereka. Kami berharap mereka bisa menjadi saksi hidup," ungkap Nugraha.
Kedua Kongres PSSI ini diselenggarakan sesuai dengan amanat yang diberikan FIFA. Kongres tersebut harus dijalankan sesuai dengan Standar Electoral Code FIFA.
:iloveindonesia…mari kita sama sama juga mengawasi hasil dari pemilihan ketua umum PSSI :iloveindonesia:kiss JANGAN SAMPE ADA SETAN BLAU … mengacaukan KONGGRES PSSI
http://bola.kompas.com/read/2011/03/…kawal.FIFA.AFC.
Inilah Skenario Kongres PSSI
Info yg dicari : berita kongres pssi, kabar kongres pssi, Berita terkini Kongres pssi, pssi berita terbaru, kongres pssi terkini, berita terkini konggres pssi, berita konggres pssi, berita konggres pssi terbaru, BERITA TERBARU kongres pssi 2011, kabar konggres pssi, Tags: Akan, berita kongres pssi, Eksekutif, Electoral Code, Exco, Guna, Hasil, Kamis, Kesempatan, Komite, Kompas, Kongres, Lolos, Maret, Nama Nama, Nugraha, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia, Pssi, Sekaligus, Sepak Bola, Skenario
WAWANCARA DENGAN RIEDL: Sepak Bola Indonesia Suram, Selama…
November 19, 2010 – 12:26 amWAWANCARA DENGAN RIEDL
Sepak Bola Indonesia Suram, Selama…. Piala AFF 2010 akan mulai digelar pada 1 Desember nanti. Publik sangat berharap agar "Merah Putih" bisa meraih gelar pada tahun ini. Maklum, Indonesia belum pernah menjuarai turnamen bergengsi di kawasan ASEAN ini. Indonesia hanya mampu tiga kali mencapai final secara beruntun pada 2000 hingga 2004.
Demi memuluskan ambisi mengecap gelar juara untuk pertama kalinnya, PSSI mendatangkan pelatih berkelas yakni Alfred Riedl. PSSI juga tak segan-segan mengambil langkah instan dengan melakukan program naturalisasi.
Meskipun demikian, Riedl harus dihadapkan berbagai macam persoalan, mulai dari persiapan yang singkat, tindakan indispliner pemain, hingga lawan-lawan yang kurang berbobot pada laga uji coba. Lalu, bagaimana pandangan Riedl mengenai peluang Indonesia pada Piala AFF nanti? Kemudian, apa pendapatnya mengenai sepak bola Tanah Air? Berikut pandangan Riedl yang tertuang dalam wawancara wartawan Kompas.com, Ferril Dennys, dengan mantan pelatih Laos itu seusai memimpin sesi latihan, Kamis (18/11/2010).
Semenjak melatih Indonesia, Anda kesulitan menemukan formasi yang terbaik. Beberapa kali Anda merombak tim Anda. Apa pendapat Anda soal itu?
"Kami mencari tim terbaik dari awal. Sampai saat ini, saya belum yakin dengan skuad inti karena masih ada waktu dua pekan lagi. Komposisi pemain masih bisa berubah hingga sebelum pertandingan."
Saat didaulat melatih Indonesia, Anda dituntut juara. Namun, Anda juga dihadapakan oleh persiapan timnas yang cukup pendek. Pendapat Anda?
"Pelatnas kedua digelar di bulan Ramadhan sehingga tidak bisa latihan penuh. Saya hanya berupaya mengenal pemain. Fisik pemain saat itu hanya 60 hingga 70 persen. Sangat berbahaya memberikan latihan keras di bulan Ramadhan. Hal itu menyulitkan saya."
Gagal melawan Filiphina dan Kamboja, praktis timnas hanya memiliki kesempatan melawan tim lemah China Taipe dan Timor Leste. Apakah Anda optimistis Indonesia bisa juara?
"Kita memang memiliki dua kesempatan lagi menguji tim. Uruguay memang terlalu kuat untuk dihadapi. Sementara Timor Leste cukup bagus tapi saya berharap dapat lawan yang tangguh. Tidak ada yang bisa saya lakukan soal itu."
Kenapa Anda selalu mengeluhkan fisik pemain? Apa pendapat Anda mengenai pemain Indonesia?
"Ada banyak hal yang harus diubah dalam persepakbolaan Indonesia. Pertandingan yang adil harus lebih banyak. Saya sering kali melihat kelakuan buruk pemain seperti wasit diintimidasi dan bahkan hampir ditendang. Hal itu seperti biasa di sini. Jika terus berlanjut, Indonesia tidak memiliki masa depan dalam sepak bola."
Mencoret Boaz Salossa adalah keputusan cukup berani, mengingat dia penyerang paling produktif pada musim ini. Apa pertimbangan Anda?
"Itu bukan keputusan sulit. Pada pelatnas kedua di bulan Ramadhan ia tidak datang. Setelah melawan Uruguay, dia tidak mengikuti latihan pada pagi hari. Dia beralasan sakit padahal pada siang harinya orang-orang melihat dia berlari-lari. Besoknya, dia hanya latihan kecil. Besoknya lagi, pada pagi hari, dia izin ke rumah sakit karena sakit perut. Salahnya saya membiarkan dia tampil (melawan Maladewa, Red). Padahal sebelumnya, saya sudah memutuskan untuk mencoret dia."
"Itu salah saya. Anda juga perlu tahu, selama pertandingan uji coba melawan Uruguay dan Maladewa, Boaz menyatakan sedang mengalami masalah keluarga dan masalah itu akan diselesaikan pada bulan November. Dia memberitahu hal itu kepada saya pada bulan Oktober dan dia akan menyelesaikan masalah satu bulan kemudian. Bagaimana mungkin? Dia kemudian kembali tidak datang pada pelatnas terakhir dan memberikan alasan anaknya sakit atau apa pun itu. Berapa kali saya harus bersabar dengan pemain seperti dia."
Beberapa pihak memuji ketegasan Anda, namun tak sedikit yang mengecam. Sebab, Boaz manusiawi dan ia memiliki keinginan besar untuk bergabung dengan timnas. Pendapat Anda?
"Sebagai pelatih, saya ingin mengubah dan membinanya. Namun, tidak ada satu pun pelatih yang bisa mengubahnya. Sebab, pemain bagus bisa berlaku sesukanya di Indonesia. Seorang Lionel Messi saja bisa tampil bagus karena latihan. Jika Messi macam-macam dalam latihan, dia pun akan dicoret. Pemain yang tidak bisa menunjukkan performa dan disiplin yang baik akan dikeluarkan."
Di babak penyisihan, Indonesia harus bersaing dengan Thailand, Laos, dan Malaysia di Grup A. Siapa lawan terberat? Bagaimana peluang Indonesia?
"Ketiga tim ini memang sangat tangguh. Laos pun sulit dihadapi. Thailand bahkan salah satu favorit juara."
Anda dihadapakan berbagai tekanan semenjak melatih Indonesia. Bahkan, sempat ada wacana pemecatan. Apa pendapat Anda?
"Saya tidak peduli dengan hal itu. Saya hanya pegawai. Hal ini tidak perlu dipusingkan karena saya hanya ingin melakukan pekerjaan dengan sebaik-baiknya."
Kesulitan apa yang Anda hadapi saat melatih Indonesia?
"Saya banyak mengalami tekanan di sini karena orang-orang di sekitar saya tidak mau bekerja sama."
Sebelum melatih Indonesia, Anda melatih Laos berubah menjadi tim cukup tangguh. Apa perbedaan yang Anda hadapi ketika melatih Indonesia?
"Perbedaan Laos dan Indonesia sangat gampang. Indonesia punya banyak kesempatan. Di Laos hanya ada delapan tim elit dalam satu liga. Kedelapan tim itu berasal dari Ibu Kota Vientine yang hanya berpenduduk 150 hingga 200 ribu orang. Di sini, kita punya delapan tim yang berada di Divisi I, II, dan III. Indonesia memiliki dana yang kuat. Namun, Indonesia tidak berkembang."
Indonesia pernah menjadi tim yang sangat disegani di kawasan Asia Tenggara. Menurut Anda, apa yang membuat sepak bola Indonesia terpuruk?
"Kita punya pemain bagus tetapi tidak pernah diberi tahu sesuatu yang bagus, sehingga tidak ada masa depan bagi pemain Indonesia. Mentalitas pemain dan perlakuan pemain di Indonesia kurang baik. Seharusnya, Ketua Umum PSSI, wasit, pelatih, dan pemain bisa bekerja sama memperbaikinya. Sebab, saya pikir Indonesia seharusnya menjadi nomor satu atau dua di Asia Tenggara."
Indonesia belum pernah menjuarai Piala AFF sejak bergulir tahun 1996. Kira-kira apa yang perlu dibenahi Indonesia?
"Kompetisi di sini banyak dihuni pemain asing. Saya pikir tiga pemain asing cukup, bukan lima. Posisi-posisi vital seperti bek tengah, gelandang serang, dan penyerang diisi pemain-pemain asing. Padahal, mereka bermain di Indonesia."
Perlu waktu berapa lama Indonesia kembali berjaya?
"Seperti yang saya katakan sebelumnya, yang harus dikembangkan adalah kedisiplinan, kualitas latihan, dan kualitas pertandingan. Menurut saya, dua atau tiga tahun Indonesia bisa menjadi tim kuat jika dimulai dari saat ini. Pemain yang ada sudah cukup bagus. Pemain juga harus ditegaskan tentang apa yang boleh mereka lakukan atau tidak mereka lakukan. Indonesia juga butuh pelatih yang berkualitas. Namun, jangan membebankan semua ini kepada pelatih. Biarkan mereka bekerja sama."
apa pendapat agan agan ,,, :kiss
WAWANCARA DENGAN RIEDL: Sepak Bola Indonesia Suram, Selama…Sepak Bola Indonesia Suram, Selama…. Piala AFF 2010 akan mulai digelar pada 1 Desember nanti. Publik sangat berharap agar "Merah Putih" bisa meraih gelar pada tahun ini. Maklum, Indonesia belum pernah menjuarai turnamen bergengsi di kawasan ASEAN ini. Indonesia hanya mampu tiga kali mencapai final secara beruntun pada 2000 hingga 2004.
Demi memuluskan ambisi mengecap gelar juara untuk pertama kalinnya, PSSI mendatangkan pelatih berkelas yakni Alfred Riedl. PSSI juga tak segan-segan mengambil langkah instan dengan melakukan program naturalisasi.
Meskipun demikian, Riedl harus dihadapkan berbagai macam persoalan, mulai dari persiapan yang singkat, tindakan indispliner pemain, hingga lawan-lawan yang kurang berbobot pada laga uji coba. Lalu, bagaimana pandangan Riedl mengenai peluang Indonesia pada Piala AFF nanti? Kemudian, apa pendapatnya mengenai sepak bola Tanah Air? Berikut pandangan Riedl yang tertuang dalam wawancara wartawan Kompas.com, Ferril Dennys, dengan mantan pelatih Laos itu seusai memimpin sesi latihan, Kamis (18/11/2010).
Semenjak melatih Indonesia, Anda kesulitan menemukan formasi yang terbaik. Beberapa kali Anda merombak tim Anda. Apa pendapat Anda soal itu?
"Kami mencari tim terbaik dari awal. Sampai saat ini, saya belum yakin dengan skuad inti karena masih ada waktu dua pekan lagi. Komposisi pemain masih bisa berubah hingga sebelum pertandingan."
Saat didaulat melatih Indonesia, Anda dituntut juara. Namun, Anda juga dihadapakan oleh persiapan timnas yang cukup pendek. Pendapat Anda?
"Pelatnas kedua digelar di bulan Ramadhan sehingga tidak bisa latihan penuh. Saya hanya berupaya mengenal pemain. Fisik pemain saat itu hanya 60 hingga 70 persen. Sangat berbahaya memberikan latihan keras di bulan Ramadhan. Hal itu menyulitkan saya."
Gagal melawan Filiphina dan Kamboja, praktis timnas hanya memiliki kesempatan melawan tim lemah China Taipe dan Timor Leste. Apakah Anda optimistis Indonesia bisa juara?
"Kita memang memiliki dua kesempatan lagi menguji tim. Uruguay memang terlalu kuat untuk dihadapi. Sementara Timor Leste cukup bagus tapi saya berharap dapat lawan yang tangguh. Tidak ada yang bisa saya lakukan soal itu."
Kenapa Anda selalu mengeluhkan fisik pemain? Apa pendapat Anda mengenai pemain Indonesia?
"Ada banyak hal yang harus diubah dalam persepakbolaan Indonesia. Pertandingan yang adil harus lebih banyak. Saya sering kali melihat kelakuan buruk pemain seperti wasit diintimidasi dan bahkan hampir ditendang. Hal itu seperti biasa di sini. Jika terus berlanjut, Indonesia tidak memiliki masa depan dalam sepak bola."
Mencoret Boaz Salossa adalah keputusan cukup berani, mengingat dia penyerang paling produktif pada musim ini. Apa pertimbangan Anda?
"Itu bukan keputusan sulit. Pada pelatnas kedua di bulan Ramadhan ia tidak datang. Setelah melawan Uruguay, dia tidak mengikuti latihan pada pagi hari. Dia beralasan sakit padahal pada siang harinya orang-orang melihat dia berlari-lari. Besoknya, dia hanya latihan kecil. Besoknya lagi, pada pagi hari, dia izin ke rumah sakit karena sakit perut. Salahnya saya membiarkan dia tampil (melawan Maladewa, Red). Padahal sebelumnya, saya sudah memutuskan untuk mencoret dia."
"Itu salah saya. Anda juga perlu tahu, selama pertandingan uji coba melawan Uruguay dan Maladewa, Boaz menyatakan sedang mengalami masalah keluarga dan masalah itu akan diselesaikan pada bulan November. Dia memberitahu hal itu kepada saya pada bulan Oktober dan dia akan menyelesaikan masalah satu bulan kemudian. Bagaimana mungkin? Dia kemudian kembali tidak datang pada pelatnas terakhir dan memberikan alasan anaknya sakit atau apa pun itu. Berapa kali saya harus bersabar dengan pemain seperti dia."
Beberapa pihak memuji ketegasan Anda, namun tak sedikit yang mengecam. Sebab, Boaz manusiawi dan ia memiliki keinginan besar untuk bergabung dengan timnas. Pendapat Anda?
"Sebagai pelatih, saya ingin mengubah dan membinanya. Namun, tidak ada satu pun pelatih yang bisa mengubahnya. Sebab, pemain bagus bisa berlaku sesukanya di Indonesia. Seorang Lionel Messi saja bisa tampil bagus karena latihan. Jika Messi macam-macam dalam latihan, dia pun akan dicoret. Pemain yang tidak bisa menunjukkan performa dan disiplin yang baik akan dikeluarkan."
Di babak penyisihan, Indonesia harus bersaing dengan Thailand, Laos, dan Malaysia di Grup A. Siapa lawan terberat? Bagaimana peluang Indonesia?
"Ketiga tim ini memang sangat tangguh. Laos pun sulit dihadapi. Thailand bahkan salah satu favorit juara."
Anda dihadapakan berbagai tekanan semenjak melatih Indonesia. Bahkan, sempat ada wacana pemecatan. Apa pendapat Anda?
"Saya tidak peduli dengan hal itu. Saya hanya pegawai. Hal ini tidak perlu dipusingkan karena saya hanya ingin melakukan pekerjaan dengan sebaik-baiknya."
Kesulitan apa yang Anda hadapi saat melatih Indonesia?
"Saya banyak mengalami tekanan di sini karena orang-orang di sekitar saya tidak mau bekerja sama."
Sebelum melatih Indonesia, Anda melatih Laos berubah menjadi tim cukup tangguh. Apa perbedaan yang Anda hadapi ketika melatih Indonesia?
"Perbedaan Laos dan Indonesia sangat gampang. Indonesia punya banyak kesempatan. Di Laos hanya ada delapan tim elit dalam satu liga. Kedelapan tim itu berasal dari Ibu Kota Vientine yang hanya berpenduduk 150 hingga 200 ribu orang. Di sini, kita punya delapan tim yang berada di Divisi I, II, dan III. Indonesia memiliki dana yang kuat. Namun, Indonesia tidak berkembang."
Indonesia pernah menjadi tim yang sangat disegani di kawasan Asia Tenggara. Menurut Anda, apa yang membuat sepak bola Indonesia terpuruk?
"Kita punya pemain bagus tetapi tidak pernah diberi tahu sesuatu yang bagus, sehingga tidak ada masa depan bagi pemain Indonesia. Mentalitas pemain dan perlakuan pemain di Indonesia kurang baik. Seharusnya, Ketua Umum PSSI, wasit, pelatih, dan pemain bisa bekerja sama memperbaikinya. Sebab, saya pikir Indonesia seharusnya menjadi nomor satu atau dua di Asia Tenggara."
Indonesia belum pernah menjuarai Piala AFF sejak bergulir tahun 1996. Kira-kira apa yang perlu dibenahi Indonesia?
"Kompetisi di sini banyak dihuni pemain asing. Saya pikir tiga pemain asing cukup, bukan lima. Posisi-posisi vital seperti bek tengah, gelandang serang, dan penyerang diisi pemain-pemain asing. Padahal, mereka bermain di Indonesia."
Perlu waktu berapa lama Indonesia kembali berjaya?
"Seperti yang saya katakan sebelumnya, yang harus dikembangkan adalah kedisiplinan, kualitas latihan, dan kualitas pertandingan. Menurut saya, dua atau tiga tahun Indonesia bisa menjadi tim kuat jika dimulai dari saat ini. Pemain yang ada sudah cukup bagus. Pemain juga harus ditegaskan tentang apa yang boleh mereka lakukan atau tidak mereka lakukan. Indonesia juga butuh pelatih yang berkualitas. Namun, jangan membebankan semua ini kepada pelatih. Biarkan mereka bekerja sama."
apa pendapat agan agan ,,, :kiss
Info yg dicari : Wawancara bola, wawancara berita tentang sepak bola, kabar sepak bola indonesia terbaru, wawancara pelatih sepakbola sebelum perandingan, berita pemain sepak bola dan wawancaranya, wawancara pelatih sepak bola, teknik latihan bagi pemain penyerang dalam sepak bola, pendapat wartawan asing terhadap boaz solossa, kabar berita sepakbola indonesia kompas com, berita wawancara dengan pelatih dan pemain bola, Tags: Bulan Ramadhan, Dennys, Formasi, Instan, Kamboja, Kompas, Lawan, Lemah, Mampu, Mantan, Masih Ada, Pada Tahun, Pekan, Piala Aff, Riedl, Sepak Bola Indonesia, Suram, Taipe, Wartawan, Wawancara
Utusan FIFA Harapkan Kongres Berjalan Lancar
Jika gagal, pekan depan sanksi FIFA langsung jatuh...
Saat ditemui dalam acara makan malam yang berlangsung Loji Gandrung / rumah dinas Walikota ini, dia mengatakan bahwa tugasnya di Indonesia ini hanyalah sebagai pengamat dan membuat laporan ke FIFA soal jalan dan hasil kongres.
“Kalau gagal lagi, paling lambat, Senin (11/7) mendatang langsung ada sanksi. Akan tetapi saya optimistis dan berharap kongres dapat berjalan lancar,” ujarnya
Cavaro tidak dapat memberikan sanksi langsung kepada PSSI jika kongress gagal, karena dia hanya bertugas sebagai peninjau, untuk masalah pemberian sanksi akan langsung dilakukan oleh FIFA.
Saat disinggung mengenai Liga Primer Indonesia (LPI) yang dianggap oleh PSSI era Nurdin Halid adalah kompetsisi ilegal, dia tidak mau berkomentar banyak biarlah nanti PSSI memutuskan yang terbaik
- Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Alfian Mallarangeng, optimistis Kongres PSSI akan berjalan lancar. Sebab, Pemerintah bersama Ketua Umum KONI/KOI, Rita Subowo, sudah melakukan komunikasi dengan George Toisutta-Arifin Panigoro. "Dari pembicaraan kami, ada titik terang, respon positif dari mereka," kata Andi.
George dan Arifin yang diusung Kelompok 78 bersikukuh untuk maju dalam pencalonan pengurus PSSI. Padahal, kedua nama itu bersama Nurdin Halid dan Nirwan Bakrie ditolak FIFA maju dalam pencalonan.
Kongres PSSI dipertimbangkan untuk digelar pada 28 Juni 2011 atau dua hari lebih cepat dibandingkan rencana semula, 30 Juni. Anggota Komite Normalisasi, Joko Driyono, beralasan tanggal 30 Juni berbenturan dengan penyelenggarakan Konferensi Anak Asia Pasifif yang digelar Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Solo.
Menpora juga mengatakan, Pemerintah siap untuk membantu Komite Normalisasi mendanai penyelenggaraan Kongres di Solo.
"Tentu saja maka kami siap memberi fasilitas. Sekarang masalah teknis saja bagaimana yang akan kita selesaikan selanjutnya," kata Andi.
Komite Normalisasi belum menghitung berapa biaya yang dibutuhkan untuk menggelar Kongres ini. Pada kongres 20 Mei lalu di Jakarta, Kongres membutuhkan biaya hingga Rp 2 Miliar. "Kalau bisa, anggarannya di bawah Rp 2 milyar," ujar Agum.
Sementara itu, Wakil Presiden FIFA asal Yordania Prince Ali bin Al Husein akan mengunjungi Indonesia terkait kongres PSSI ini pada 13 Juni mendatang. Ia dijadwalkan bakal bertemu langsung dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Komite Normalisasi yang dipimpin Agum Gumelar adalah pemegang kekuasaan PSSI sampai ada ketua umum PSSI yang baru.
Ada 19 nama yang bertarung untuk mendapatkan posisi puncak organisasi sepak bola yang sedang didera krisis kepemimpinan ini.
Sebelumnya kepemimpinan mantan ketua PSSI Nurdin Halid dibekukan oleh organisasi sepak bola internasional FIFA setelah desakan pergantian manajemen PSSI memuncak dari dalam negeri.
Agenda lain selain pemilihan ketua umum adalah pemilihan wakil ketua umum dan anggota komite eksekutif.
Dalam daftar calon ketua yang sudah diverifikasi PSSI saat ini diantaranya adalah mantan gubernur Jakarta Sutiyoso dan pengusaha muda Erwin Aksa.
Djohar Arifin Husin berhasil merebut ketua umum PSSI setelah dalam pemungutan suara pada Kongres Luar biasa (KLB) PSSI di Solo, Jateng, Sabtu (9/7), Dia memperoleh 61 suara dari 100 suara yang diperebutkan. Sedangkan Agusman Efendi, hanya 38 suara.
Dari 100 surat suara yang dikumpulkan, 99 suara sah dan satu suara tidak sah karena memilih nama di luar dua kandidat yang dijagokan.
Sebelumnya, Djohar Arifin memimpin putaran pertama pemilihan Ketua Umum PSSI dalam Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Hotel Sunan Solo, Sabtu (7/9). Ia meraih 53 suara, sedangkan Agusman Efendi 39 suara.
Djohar dan Agusman sejak penghitungan suara bersaing ketat. Namun demikian pada akhir penghitungan Djohar tetap unggul dari calon lainnya dari total 100 voter.
Hanya saja Djohar tidak mendapat 2/3 suara yang berjumlah 67 suara. Dengan demikian pemilihan ketua umum PSSI harus digelar pada putaran kedua.
Calon lain yang mendapat suara adalah; Adhan Dambea didukung dua suara, Ahsanul Qosasih dua suara dan Yapto SS didukung empat suara. Sedangkan lima calon lainnya, yakni IGK Manila, Iman Arif atau Robertus Indratno, Sarman E. Elhakim dan Wahidin Halim, tidak dapat suara.
Usai pemilihan, Ketua Umum PSSI terpilih, Djohar Arifin Husin, mengisyaratkan akan melakukan perubahan dan pembaruan di tubuh organisasi yang akan dipimpinnya, termasuk dalam struktur kepengurusan.
Dalam wawancara dengan wartawan, Staf Ahli Menegpora ini mengatakan bersyukur atas terlaksananya kongres tersebut. Ia mengajah semua pihak untuk menyongsong masa depan sepakbola Indonesia ke arah yang lebih baik. Selain itu, ia juga akan mewujudkan harapan pendukungnya yakni melakukan suatu perubahan di tubuh organisasi sepakbola tersebut.
Pada bagian lain, Farid Rahman terpilih sebagai wakil ketua umum PSSI untuk periode 2011-2015, setelah menyisihkan Erwin Aksa di pemilihan putaran kedua. Farid meraih suara 51, sementara Erwin 48 suara.
Nama: Prof. Djohar Arifin Husin Tempat dan tanggal lahir :Tanjung Pura, Kalimantan Barat, 13 September 1950 Jabatan Sebelumnya: Sekjen KONI, Pengurus Daerah PSSI Sumatera Utara, Staf ahli Menpora, Plt Sekjen PSSI.
Pada masa mudanya ia pernah aktif sebagai pemain dan juga wasit sepak bola tingkat nasiona
George dan Arifin yang diusung Kelompok 78 bersikukuh untuk maju dalam pencalonan pengurus PSSI. Padahal, kedua nama itu bersama Nurdin Halid dan Nirwan Bakrie ditolak FIFA maju dalam pencalonan.
Kongres PSSI dipertimbangkan untuk digelar pada 28 Juni 2011 atau dua hari lebih cepat dibandingkan rencana semula, 30 Juni. Anggota Komite Normalisasi, Joko Driyono, beralasan tanggal 30 Juni berbenturan dengan penyelenggarakan Konferensi Anak Asia Pasifif yang digelar Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Solo.
Menpora juga mengatakan, Pemerintah siap untuk membantu Komite Normalisasi mendanai penyelenggaraan Kongres di Solo.
"Tentu saja maka kami siap memberi fasilitas. Sekarang masalah teknis saja bagaimana yang akan kita selesaikan selanjutnya," kata Andi.
Komite Normalisasi belum menghitung berapa biaya yang dibutuhkan untuk menggelar Kongres ini. Pada kongres 20 Mei lalu di Jakarta, Kongres membutuhkan biaya hingga Rp 2 Miliar. "Kalau bisa, anggarannya di bawah Rp 2 milyar," ujar Agum.
Sementara itu, Wakil Presiden FIFA asal Yordania Prince Ali bin Al Husein akan mengunjungi Indonesia terkait kongres PSSI ini pada 13 Juni mendatang. Ia dijadwalkan bakal bertemu langsung dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Kongres pemilihan ketua umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia hari Jumat (20/05) ini resmi dibuka.
Dua nama yang sering disebut media sebagai calon kuat, George Toisutta dan Arifin Panigoro, gagal masuk ke dalam daftar calon resmi ketua umum.Pengadilan Arbitrase Olahraga internasional (CAS) di Swiss dilaporkan telah menolak gugatan Arifin dan Toisutta setelah komite normalisasi PSSI mengugurkan pencalonan mereka.
Komite Normalisasi yang dipimpin Agum Gumelar adalah pemegang kekuasaan PSSI sampai ada ketua umum PSSI yang baru.
Ada 19 nama yang bertarung untuk mendapatkan posisi puncak organisasi sepak bola yang sedang didera krisis kepemimpinan ini.
Sebelumnya kepemimpinan mantan ketua PSSI Nurdin Halid dibekukan oleh organisasi sepak bola internasional FIFA setelah desakan pergantian manajemen PSSI memuncak dari dalam negeri.
Agenda lain selain pemilihan ketua umum adalah pemilihan wakil ketua umum dan anggota komite eksekutif.
Dalam daftar calon ketua yang sudah diverifikasi PSSI saat ini diantaranya adalah mantan gubernur Jakarta Sutiyoso dan pengusaha muda Erwin Aksa.
Kongres PSSI di Solo, Djohar Arifin Ketua Umum, Farid Rahman Wakil Ketua
Sabtu, 9 Juli 2011 - 20:25 WIB
Djohar Arifin Husin berhasil merebut ketua umum PSSI setelah dalam pemungutan suara pada Kongres Luar biasa (KLB) PSSI di Solo, Jateng, Sabtu (9/7), Dia memperoleh 61 suara dari 100 suara yang diperebutkan. Sedangkan Agusman Efendi, hanya 38 suara.Dari 100 surat suara yang dikumpulkan, 99 suara sah dan satu suara tidak sah karena memilih nama di luar dua kandidat yang dijagokan.
Sebelumnya, Djohar Arifin memimpin putaran pertama pemilihan Ketua Umum PSSI dalam Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Hotel Sunan Solo, Sabtu (7/9). Ia meraih 53 suara, sedangkan Agusman Efendi 39 suara.
Djohar dan Agusman sejak penghitungan suara bersaing ketat. Namun demikian pada akhir penghitungan Djohar tetap unggul dari calon lainnya dari total 100 voter.
Hanya saja Djohar tidak mendapat 2/3 suara yang berjumlah 67 suara. Dengan demikian pemilihan ketua umum PSSI harus digelar pada putaran kedua.
Calon lain yang mendapat suara adalah; Adhan Dambea didukung dua suara, Ahsanul Qosasih dua suara dan Yapto SS didukung empat suara. Sedangkan lima calon lainnya, yakni IGK Manila, Iman Arif atau Robertus Indratno, Sarman E. Elhakim dan Wahidin Halim, tidak dapat suara.
Usai pemilihan, Ketua Umum PSSI terpilih, Djohar Arifin Husin, mengisyaratkan akan melakukan perubahan dan pembaruan di tubuh organisasi yang akan dipimpinnya, termasuk dalam struktur kepengurusan.
Dalam wawancara dengan wartawan, Staf Ahli Menegpora ini mengatakan bersyukur atas terlaksananya kongres tersebut. Ia mengajah semua pihak untuk menyongsong masa depan sepakbola Indonesia ke arah yang lebih baik. Selain itu, ia juga akan mewujudkan harapan pendukungnya yakni melakukan suatu perubahan di tubuh organisasi sepakbola tersebut.
Pada bagian lain, Farid Rahman terpilih sebagai wakil ketua umum PSSI untuk periode 2011-2015, setelah menyisihkan Erwin Aksa di pemilihan putaran kedua. Farid meraih suara 51, sementara Erwin 48 suara.
Nama: Prof. Djohar Arifin Husin Tempat dan tanggal lahir :Tanjung Pura, Kalimantan Barat, 13 September 1950 Jabatan Sebelumnya: Sekjen KONI, Pengurus Daerah PSSI Sumatera Utara, Staf ahli Menpora, Plt Sekjen PSSI.
Pada masa mudanya ia pernah aktif sebagai pemain dan juga wasit sepak bola tingkat nasiona
No comments:
Post a Comment