Sempak Hadiahi KPK Celana Dalam
Puluhan massa yang mengatasnamakanMahasiswa Pemuda Anti Korupsi (Sempak) mendesak agar KPK menuntaskan kasus dugaan korupsi yang dilakukan Politisi Demokrat Max Sopacu
Turunkan Massa, Bukti Panji Gumilang Panik
Iman Herdiana - Okezone
Kamis, 14 Juli 2011 15:50 wib
0 0Email0BANDUNG- Ketua Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI) menilai demonstrasi pro-Panji Gumilang oleh santri Ma’had Al Zaytun tidak murni. Ada kepentingan Panji Gumilang sendiri untuk memengaruhi penyidikan Mabes Polri.
Panji Gumilang (Istimewa)
“Demo pasti digerakkan Panji Gumilang. Kalau enggak, oleh siapa lagi?" kata Atian Ali kepada okezone, Kamis (14/7/2011).
Menurutnya, jika para loyalis dan santri tetap berunjuk rasa mendukung Panji Gumilang, maka hal itu sama saja mendukung kesesatan.
Dia menilai aksi unjuk ribuan orang itu juga menunjukkan bahwa Panji Gumilang saat ini mulai panik.
Panji sudah tiga kali tidak datang memenuhi panggilan Mabes Polri. “Seharusnya dia menghargai polisi, hadir dan menjelaskan. Bukannya malah menyuruh demo,” ucapnya.
Lebih lanjut Atian yakin unjuk rasa para loyalis dan santri membela Panji Gumilang tidak akan memengaruhi penyidikan Mabes Polri. Terlebih status Panji Gumilang saat ini sudah menjadi tersangka kasus pemalsuan dokumen.
“Saya yakin Mabes Polri ingin memidanakannya. Apalagi kasus ini sudah didalami sejak lama, sejak 2001,” terangnya.
Bukti yang dikumpulkan Mabes Polri, lanjut dia, sudah sangat kuat. Apalagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah merekomendasikan agar kasus ini segera dituntaskan.
“Polisi juga punya bukti makar dan penodaan terhadap agama. Ini semua terkait dengan kasus makar oleh 17 orang yang sudah divonis di Bandung beberapa tahun lalu. Belum lagi sekertaris Al Zaytun Abdul Hamid yang kini sudah ditahan,” bebernyaSelain Pendiri Al Zaytun, Panji Gumilang Juga Ketua MIM
Tri Kurniawan - Okezone
Kamis, 14 Juli 2011 15:32 wib
1 0Email0JAKARTA - Ribuan orang memberikan dukungan kepada Panji Gumilang dengan berorasi di lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (14/7/2011) siang.
Dokumentasi Okezone
Sejak awal melakukan aksi, massa mengaku dari organisasi Masyarakat Indonesia Membangun (MIM). Namanya seakan tidak pernah terdengar selama ini. Siapakah organisasi MIM?
Humas MIM, Imam Prawoto mengatakan, MIM terbentuk secara legal, formal dan telah terdaFtar Kementrian Dalam Negeri. "Masyarakat Indonesia Membangun terdaftar dengan nomor 248/b3.1/3/2011 ini organisasi legal dan formal, notarisnya Bambang Haryanto berkantor di Jalan Gatot Subroto Blok A, Indramayu," terangnya di Lapangan Bhayangkara.
MIM berdiri sejak 1 Januari 2011. Dalam organisasi ini, Panji Gumilang duduk sebagai Ketua Umum. Imam membantah, jika MIM didirikan untuk menunjukkan dan mendukung Panji Gumilang yang saat ini menjadi tersangka kasus pemalsuan dokumen keanggotaan Imam Supriyanto di yayasan pondok pesantren Indonesia.
"Ini sudah dipersiapkan jauh hari sebelum ada masalah ini," ungkapnya.
Dalam anggaran dasar, kata dia, tujuan MIM secara jelas bahwa untuk membangun bangsa menjadi tanggung jawab masyarakat Indonesia kapan pun dan dimanan pun.
Sedangkan anggotanya, kata dia, terdiri dari alumni Al-Zaytun dan wali murid yang anaknya masih nyantri di Pondok Pesantren Pimpinan Panji tersebut. "Maka pada hari ini kami membangun masyarakat indonesia," tegasnya.
Lebih lanjut, dia meminta agar kepolisian mencabut pencekalan yang dialamatkan kepada Panji Gumilang. Permintaan lainnya, jangan lagi memfitnah Panji Polisi, tambahnya sudah menyetujui permintaan tersebut saat dilakukan dialoq antara kuasa hukum Panji, simpatisan dan pejabat Bareskrim Polri.
"Kami semua menjamin, beliau (Panji) tidak akan kemana-mana, kalau perlu kami semua akan menandatangani sebagai jaminan," cetusnya.Peserta Demo Panji Gumilang Tak Tahu Tujuan Aksi
Tri Kurniawan - Okezone
Kamis, 14 Juli 2011 12:39 wib
2 13Email0JAKARTA - Ribuan orang pendukung Panji Gumilang memadati lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan.
Foto: Tri Kurniawan/okezone
Banyaknya pendemo membuat sebagian pendukung meluber hingga ke luar lapangan. Kedatangan mereka ke Mabes Polri untuk memberikan dukungan kepada Panji yang juga Pemimpin Pondok Pesantren Al-Zaytun, Indramayu, Jawa Barat.
Saat ini mereka meminta agar Polri membersihkan nama Panji Gumilang dari fitnah. Suara Adzan Zuhur nampaknya tidak menyurutkan mereka untuk memberhentikan orasi melalui pengeras suara walau sejenak.
Panasnya terik matahari membuat sebagian demonstran terutama kaum ibu-ibu hanya bisa duduk-duduk di pinggir Lapangan Bhayangkara.
Sayangnya, saat okezone mewawancarai beberapa demonstran, mereka mengaku tidak tahu tujuan dilakukan aksi yang memacetkan ruas Jalan Sudirman menuju Blok M, Jakarta Selatan, itu.
"Saya juga baru dikasih tahu semalam, saya sih ikut saja, mau lihat," ujar seorang perempuan usia lanjut yang enggan menyebutkan nama, Kamis (14/7/2011).
Perempuan yang tinggal di Cibubur, Jakarta Timur, itu bersama rekan-rekannya sudah berkumpul di Lapangan Parkir Timur, Senayan, sejak pagi tadi. "Saya dikasih tahu sama tetangga," cetusnya.
Tak berbeda dengan apa yang dialami Waluyo, warga Solo, Jawa Tengah. Dia juga mengaku hanya sebagai partisipan tanpa tahu tujuan aksi. Berangkat ke Jakarta sejak kemarin siang, Waluyo di berikan ongkos oleh saudaranya.
"Ya ongkos saja buat pulang pergi, selebihnya saya kurang tahu. Ini juga dikasihtahunya dadakan," cetusnya.
Tidak terlalu mudah untuk mewawancarai peserta aksi demo. Beberapa peserta saat berbincang dengan wartawan seperti ketakutan dan langsung pergi. Bahkan salah satu wartawan harian cetak sempat adu mulut dengan pria bertopi dan berkacamata hitam. Diduga pria tersebut bagian dari koordinator lapangan aksi.
Jakarta - Menkominfo Tifatul Sembiring angkat bicara seputar BBM dan SMS Nazaruddin yang menjadi sumber berita. Ia berpendapat BBM maupun SMS bisa menjadi berita asalkan mencantumkan sumbernya.
"Bisa saja asal dijelaskan sumbernya dari mana dan belum dikonfirmasi," kata Tifatul setelah Pembukaan Roadshow Sosialisasi Internet Sehat dan Aman di SD Menteng 03, Jalan Cilacap nomor 5, Jakarta Pusat, Kamis (14/7/2011).
Tifatul menuturkan, Presiden SBY dalam pidatonya bertanya apakah SMS atau BBM yang belum dikonfirmasi layak dijadikan sumber berita. Menurut dia, pertanyaan Presiden SBY bukan bermaksud untuk menyerang media.
"Itu kan pertanyaannya retoris dan jadi pertanyaan juga bagi kita semua. Jadi jangan diubah Presiden menyerang media. Selama dicantumkan sumber dan ditulis belum dikonfirmasi ya tidak apa-apa. Apalagi kan sekarang sosial media juga dijadikan sumber berita," papar mantan Presiden PKS ini.
Lalu bagaimana dengan isi BBM Nazaruddin dengan Rosalina? "Saya belum baca. Dia nggak pernah kirim BBM sama saya dan saya nggak punya PIN-nya Nazaruddin," jawab Tifatul.
Selama bersembunyi di luar negeri, Nazaruddin seringkali mengirim BBM kepada wartawan di Tanah Air. Isi BBM itu bernada pembelaan dan menyeret sejumlah nama.
Banner
Thursday, July 14, 2011
Panji Gumilang Panik
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment